Araceli, Amabel Kezia (2026) Analisis Tari "Silent Night" dalam Ibadah Malam Natal Tahun 2025 di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jemursari Surabaya (Perspektif Semiotika Ferdinand de Saussure). Undergraduate thesis, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta.
|
Text (Abstrak)
ABSTRACT.pdf - Submitted Version Download (111kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1. PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Download (186kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (114kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (5MB) |
Abstract
Penelitian skripsi ini mengambil judul “Tari ‘Silent Night’ dalam Ibadah Malam Natal Tahun 2025 di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jemursari Indonesia (Perspektif Semiotika Ferdinand de Saussure). Skripsi ini ditulis oleh Amabel Kezia Araceli dari prodi Seni Tari, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya. Natal dalam tradisi Kristen tidak hanya berupa ibadah, tetapi juga menjadi wadah ekspresi iman melalui pelbagai bentuk seni, salah satunya yaitu seni tari. Pada ibadah malam Natal tahun 2025 di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jemursari Surabaya terdapat penampilan karya tari berjudul “Silent Night”. Tarian ini diangkat dari lagu Natal klasik yang mengusung tema kedamaian, kekudusan, dan sukacita atas kelahiran Yesus Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tari “Silent Night” menggunakan perspektif semiotika Ferdinand de Saussure. Teori ini menekankan bahwa setiap tanda terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu signifier (penanda atau bentuk fisik) dan signified (ditandai atau makna konseptual). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi visual, studi pustaka, dokumentasi berupa foto dan video, serta wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan membedah elemen-elemen tari, meliputi gerak, busana, musik, dan ekspresi sebagai penanda untuk kemudian ditelusuri maknanya sebagai yang ditandai. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa setiap elemen gerak berfungsi sebagai penanda yang merujuk pada petanda teologis Natal. Studi ini menegaskan bahwa tari “Silent Night” bukan sekadar hiburan, melainkan sebagai komunikasi non verbal yang memperkuat penghayatan narasi kelahiran Yesus. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan teologi seni di gereja, bahwa tubuh dan gerak dapat menjadi medium pewartaan injil yang benar. Kata Kunci : Ibadah Natal, Tari Silent Night, Semiotika
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 660 - Rumpun Ilmu Seni, Desain dan Media > 670 - Ilmu Seni Pertunjukan > 671 - Seni Tari |
| Divisions: | Perpustakaan > Skripsi |
| Depositing User: | AMABEL KEZIA ARACELI |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 08:25 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 08:25 |
| URI: | http://repository.stkw-surabaya.ac.id/id/eprint/573 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
